Add-on Domain adalah domain yang diarahkan ke sub-direktori sebuah website. Misalnya sebuah alamat website: domain-A.com, kemudian ditambahkan Add-on domain-B.com dan add-on diarahkan untuk menampilkan apa yang ada di domain-A.com/sub-direktori/.
Ketika domain-B.com/index.html diakses dari Internet, pengunjung tidak akan merasakan adanya perbedaan, domain-B.com akan tampil layaknya seperti domain biasa bagi pengunjung padahal yang ditampilkan sebenarnya berada di domain-A.com/sub-direktori/index.html.
Add-on domain berbagi (share) dengan domain utama dalam segala hal, termasuk diskspace, bandwidth & cPanel. Anda tidak akan mendapatkan cPanel untuk setiap add-on domain yang ditambahkan, semua diatur dalam satu cPanel domain utama (cPanel domain-A.com dalam contoh ini). Pembuatan FTP account & Email Account untuk domain-B.com dapat dilakukan di cPanel domain-A.com.
Kesimpulannya: Add-on Domain tidak mendapat cPanel tersendiri, tapi secara fungsi & fitur, sama saja dengan domain / account biasa.
Subdomain adalah bagian dari domain utama dan bisa dibuat sebebas mungkin tanpa perlu membeli lagi domain.
Subdomain sering digunakan untuk membedakan fungsi atau bagian dari web. Kita ambil contoh saja dari web blog.onvsoff.com. Dapurhosting.com adalah nama domain dan memiliki beberapa subdomain:
blog.onvsoff.com, adalah subdomain
portal.onvsoff.com juga adalah subdomain
domainnya http://onvsoff.com
Parked domain adalah domain yang diparkirkan ke atas domain utama sehingga pada saat domain tersebut diakses akan menampilkan web domain utama.
Semoga Artikel Apa itu Subdomain, Addon Domain, dan Parked Domain berguna untuk anda

Posting Komentar